Tuesday, November 29, 2011

:: IMPIAN ::

Halo smuanya, udah lama juga nih gue ga bagi” info di blog gue ini. Hm..ga terasa udah sebulan gue ga posting di sini. Kadang suka ga ada waktu sih mao nulis di blog, tapi kadang juga suka lagi ga mood buat nulis blog ini. Okeh, blog gue kali ini mao ngebahas tentang sebuah mimpi yang indah sampe2 bisa buat kita lupa sama kenyataan yang kita hadapi skrg ini. Wahh, bahaya tuh sebenernya... hahhaha.. :D

“KETIKA BERMIMPI BISA MEMBUAT KITA LUPA AKAN KENYATAAN YANG SEDANG KITA HADAPI”

Kadang ga smua hal yang kita harapkan bisa berubah menjadi sebuah kenyataan. Tapi hal yang menjadi kenyataan juga ga smuanya berasal dari impian kita. Bermimpi itu mungkin memang penting, tapi apa yg terjadi kalo kita terus”an jadi pemimpi?? Kita ga harus selamanya bermimpi, ada saatnya kita harus mewujudkan mimpi2 kita menjadi sebuah kenyataan. Akan tetapi ada baiknya juga jika kita tidak bermimpi trlalu jauh, so dengan kata lain yah bermimpi yg realistislah..hahaha.. Karena kalo kita bermimpi tentang sesuatu hal yang realistis, mimpi kita itu pasti akan lbih mudah menjadi kenyataan. Pada umumnya, smua yg kita jadikan impian adalah smua hal yang indah2. Haha..betuLL kannn??? Hehehhe.. :D

sebenernya, itulah salah satu hal yang menyebabkan kita sebagai manusia menjadi kecewa akan kehidupan yg kita miliki. Salah satunya karena sbagian dari mimpi kita itu ga menjadi kenyataan, padahal kita mgkn lupa ato jarang banget terpikir kembali tentang mimpi kita yang udah jadi kenyataan sehingga kita lupa buat bersyukur deh sama Tuhan..

Makanya, seburuk apapun keadaan kita atau seburuk apapun kenyataaan yang sedang kita hadapi sekarang hendaknya yahh kita bersyukurLah sama Tuhan, krn minimal kta masih di kasih kesempatan buat bermimpi di kehidupan kita selanjutnya.

“IMPIAN vs HARAPAN”

Kawan, bermimpi sama berharap itu kadang emang beda tipis. Hahahaha :D bermimpi itu kadang berarti kita mengidam-idamkan sesuatu yang ingin kita capai, sedangkan berharap itu bisa diartikan saat dimana kita membayangkan sesuatu yg kita inginkan terjadi. Well, sebagai mahasiswa gue boleh dong berpendapat kalau ngak semua impian itu bisa bikin semangat kita kebakar alias “up”. Soalnya gini, kalo kita banyak bermimpi dan mimpi itu ngak terkabul, wahh...kadang bisa bikin gue frustate tuh . hahahaha :D tapi ngak memungkiri juga sih kalo kadang-kadang kalo di flash back soal mimpi yg udh jadi kenyataan, semangat gue itu bisa “up”. Hahaha :D tapi teteplah secara individual, gue lebih suka pake kata—kata yg berbau “harapan” dari pada “impian”. Hmm... mgkn mind set gua hampir selalu berkonteks harapan lebih gampang buat terwujud dari pada impian, that’s why gue lebih suka pake harapan untuk kedepannya daripada impian untuk kedepannya. Hehe.. tapi itu depends on you juga kok guys. Hahahaha :D Tapi satu hal yg perlu di inget nih kawans... “yang dilihat sama orang itu bukan seberapa besar impian atau harapan kita, tapi seberapa besar impian atau harapan kita yg bisa kita wujudkan jadi sebuah KENYATAAN..”

--- dream then make it happened ---

Wednesday, June 15, 2011

:: Tanpa judul ::

"MENGENALnya adalah mungkin jadi sesuatu yang terindah dalam hidup saya"
Yaa.....itulah salah satu kalimat yang cukup ampuh bila diucapkan untuk mengatasi rasa kecewa yang kadang menghampiri kita saat kita merasa kehilangan atau sejenisnya dengan orang yang pernah dekat dgn kita. Untuk kesekian kalinya mungkin kita merasakan hal yang sama, yang terasa sakit dan amat mengecewakan. Kadang kita pun ga ngerti apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita sendiri, kita hanya mengandalkan perasaan dan pemikiran yang bersifat individualis saja dalam menilai sesuatu. Padahal, pada faktanya belum tentu sama dengan apa yg kita pikirkan. Tapi mungkin itulah manusia, bisa dibilang lebih banyak mikir aspek yang negatifnya dulu dari pada aspek yang positifnya. Tak ada manusia yang selalu mampu berpikir positifnya saja tanpa yang negatif. Tanpa disengaja pikiran negatif itulah yang kadang menghambat diri kita sendiri, yang membuat diri kita menjadi down, menjadi lemah dan dalam bahasa sekarang sering diibaratkan sedang "galau" .

Mungkin galau bukanlah keinginan dari kita sebagai manusia biasa, galau bisa hanya sebagai efek dari kesendirian atau bahkan kesepian yang melanda hati kita. Tapi, merasa sendiri atau kesepian pun bukan berarti kita butuh pacar, melainkan kita hanya butuh orang yang mampu dan mau menemani kita, mengerti kita dan yaaa...mungkin juga memperhatikan kita. Bukan hanya sekedar memperhatikan dari segi "luar" tapi mungkin juga mampu dari segi "dalam" , bukan hanya sekedar mengkritik tapi juga memberi solusi dan membantu menjalankan solusinya, bukan hanya mendengar keluh kesah kita, tapi juga ikut berbagi apa yang ia dirasakan. Yaa.. mungkin artinya ada komunikasi dua arah antara kita dengan yang lain. Akan tetapi, tidaklah mudah mencari orang atau mendapat orang yang seperti itu dengan kita, rela membagi waktu dan cerita dengan kita, karena untuk itu harus ada rasa saling "percaya" meskipun hubungannya bukan pacar , yakni agar kita mampu berbagi lebih rileks dan santai tanpa rasa takut "dibocorin" semua yg kita ungkapkan.

"mengerti saja tidak cukup kalo kita tak pernah dimengerti"
Benar sekali , beberapa dari kita mungkin malah selalu inginnya dimengerti tanpa mau mengerti orang lain, alias "egois". Sekali-sekali yang biasanya mengerti orang terus pasti pengen lah merasakan yg namanya dimengerti orang. Dan bisa lah yang biasa pengennya dimengerti terus, cobalah mengerti orang lain, posisikan diri kita di posisi mereka. Bisa juga kadang kita merasa galau karena kita berpikir "ahh, ga ada yang ngertiin gue" , nahh.. pikiran kayak gitu pun bisa bikin kita galau sesaat mungkin, padahal belum tentu kan kenyataannya sperti itu.
Yaaaaahh, begitulah , kadang rasa galau ga bisa tergantung dari diri kita sendiri yang berusaha mau menghilangkannya tanpa orang lain, kadang mungkin orang lain yang lebih bisa dan lebih cepat menghilangkan rasa galau yang menghampiri kita.

"gue butuh lu, tapi sayang lu ga pernah butuh gue"
Ikhlasin ajaaaaa...... mungkin itu tanggapan paling pas kalo lagi berkutik sama kata2 diatas ini. Hahahaha.. :D Pasti berat dan agak susah sih yehh. tapi mao gimana lagi, masa kita harus memaksakan kehendak kita sendiri??? sampe kapan mao jadi orang yg egois?? Ada baiknya kalo sayang orang ga usah pamrih, rasa sayang ga perlu di bales rasa sayang lagi sih kalo emang ga bisa , apalagi kalo emang kenyataannya orang tersebut udah pilih orang lain. hahahaha :D ga perlu lah kita memaksakan kehendak orang lain, pilihan orang lain, karena mgkn hasilnya juga ga bisa sebaik yang ada di angan2 dan impian kita. Makanya, coba deh blajar lebih ikhlas atau lebih sabar lagi dalam hal sayang menyayangi . Hahhaaha.. :D Kita pun sepertinya ga perlu menyayangi orang secara berlebihan, kalau kita ga dapet target utama, tohh .. masih bisa pakai target2 berikutnya yang belum tntu lebih baik memang, tapi setidaknya yang sayangnya juga tak bertepuk sebelah tangan gitu. Sayang itu juga ga perlu pake sample , karena kebanyakan sayang itu abstrak, ga bisa dilihat, tapi pasti bisa dirasakan. *makin gombal* Hahahaha :D

"semuanya kembali pada situasi dan kondisi dari luar dan dalam diri kita sendiri"
Yaaaakkk ! Pada akhirnya, mau bgaimana pun apa yang kita rasakan 70% mungkin tergantung pada sikon dari luar dan dalam diri kita. Bisa aja kita merasa smile outside but cry inside atau merasa sepi di tengah keramaian. Kalau kita sedang berada di dalam situasi yang membuat kita nyaman, pasti ga ada kata galau yang terlintas dihati kita. Tapi sebaliknya, kalau situasinya aja udah membuat kita down, bikin kita resah dan gelisah, otomatis kemungkinan 70% kita bakal kebawa situasi itu, kecuali kalo emang pada dasarnya kita lagi abis senenggggg banget bawaannya, yaa,,mgkn masih ga ada pengaruh, atau bahkan kita bisa memotivasi orang2 yg sikon nya masih di bawah kita. :)

Thursday, May 19, 2011

:: Pikiran vs Perasaan ::

Welcome May guys..... :)

Agak telat yaa, karena udah dipertengahan bulan Mei baru bilang "welcome" tapi ya sudah lah, cuma sekedar salam pembuka aja sihh. Hehehe. :p Okey, sebelumnya dipertegas kembali blog ini dibuat hanya untuk sekedar sharing - sharing apa yang ga mampu di sharing secara langsung oleh si penulis blog yang hobi curcoL ini. Hahahahaha. Post kali ini berisi tentang ke 'plin-plan' an orang nih kayaknya, yaaa..mungkin agak khusus ke wanita kali yaa.. :p

Hmm.... Dari mana sih rasa plin - plan itu berasal ??? Kalau menurut pemahaman dan anggapan sih, itu berasal dari Pikiran yang kadang tidak mendukung perasaaan atau sebaliknya. Ingatlah,, kadang ..apa yang kita PIKIRKAN itu belum tentu SAMA dengan apa yang kita RASAKAN.. Nah, itu dia mungkin yang melandasi sifat ke bimbangan alias ke galauan yang lagi nge trend sama jaman sekarang ini. Hahahaha :D

Rata-rata perempuan itu susah untuk memutuskan sesuatu dan sering kali pake perasaan terus kalau melakukan sesuatu. Yaa, contoh real nya aja, kadang banyak tuh cewe2 ngak enakan dalam hal cuekin orang, jauhin orang dll. Pikiran berasal dari apa yang ada di dalem otak, sedangkan perasaan sih katanya yang ada dari hati. Apa yang kita pikir itu kadang suka ganggu perasaan kita sendiri. Kadang , kita udah yakin kalo kita mikirin satu orang, tapi di hati kadang suka langsung timbul rasa ke orang lain lagi. Nah disinilah ke galauan yang sering terjadi. :D

Bahkan kadang kita suka salah tangkep mana yang harus kita duluin , pikiran atau perasaan. Ya, ga di pungkiri sih mungkin yang sering ngalamin masalah - masalah ini adalah orang yg masih sendirian, maksudnya yaaaa...blom bunya bf atau gf. Kalo yang udah punya sih pasti lebih bisa bedain mana yg perlu di duluin pikiran atau perasaan. Karena mereka punya tempat untuk cerita, untuk berbagi secara bebas, secara bLak-blakan, coba kalo yang belom punya..... entah harus cerita ke siapa, ada sih "teman" tapi, teman pun tak selalu ada saat kita butuhkan, karena toh mereka juga punya masalah hidup masing-masing yang perlu diselesaikan, jadi kita pun tak bisa nuntut mereka utk slalu ada buat kita. Hmm.. jadi agak melenceng yaa. hehehehehe :D tapi itu lah yang perlu kita ketahui, kalau hidup mungkin tak selalu bisa balance antara pikiran dan perasaan kita. Kadang pikiran dan perasaan bisa berbenturan. Bisa bikin kita galau, bahkan kesel sendiri sama situasi kita. Mungkin yang bisa dilakukan untuk sekedar mengurangi pikiran dan perasaan saling bentrok adalah dengan cara pikir mana yang masuk akal, buang smua yang ga masuk akaL, ada saat nya kita pakai perasaan untuk menilai, ada saat nya kita pakai cara pikir kita untuk menilai sesuatu. :)

Monday, April 11, 2011

:: LINGKUNGAN ::

Hallo sobat-sobat pembaca ,

Tanpa terasa, tahun 2011 sudah memasuki bulan April , hampir berjalan setengah tahun . Tapi mungkin banyak dari kita yang tak mampu menyimpulkan perubahan apa saja yang telah terjadi terhadap diri kita dan terhadap lingkungan sekitar kita yang secara tidak langsung membentuk karakter diri kita.

Oke readers, jadi sebenernya yang saat ini ingin saya bagi adalah bagaimana Lingkungan secara tidak langsung mempengaruhi tindakan, pola berpikir dan sifat serta sikap kita. Mungkin sebagian dari contoh secara langsung dapat saya ambil berdasarkan penglihatan saya terhadap teman-teman saya. Hehehehehe. :D
Kadang lingkungan bisa bersifat negatif , ketika kita bergaul dengan orang - orang yang lebih suka menjatuhkan kita, sementara kita pada saat itu juga sedang berada dalam posisi down / sedang dalam masalah. Yaa..mungkin maksud dari lingkungan kita adalah membuat semangat kita up atau tumbuh dengan cepat dengan cara menjatuhkan kita, dengan harapan kita marah dan bangkit. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa cara ini sering kurang efektif , karena tidak semua orang mampu bangkit saat dijatuhkan orang lain. Pasti ada sebagian dari kita yang malah mungkin akan merasa lebih jatuh saat itu. Nah, saat inilah energi positif tidak dapat ditransfer dengan baik oleh lingkungan kita dan akhirnya berbalik menjadi energi yang negatif bagi kita.

Sebaliknya, lingkungan juga terkadang mampu memberikan energi yang positif bagi kita. Misalnya sebagai contoh, saat kita sedang down ada orang yang mampu dan mau menghibur kita, berusaha mengerti keadaan yang sedang kita alami meski sulit, hingga akhirnya kita berpikir bahwa, "ohh, masih ada kok yang peduli sama gue.." Nahh..pikiran itulah justru yang akan membantu energi positif lingkungan sehingga membuat kita menjadi bangkit kembali semangatnya. Sekaligus juga membuat kita menjadi berpikir untuk mau bersosialisasi dengan lingkungan karena toh lingkungan juga mau bersahabat dengan kita, mampu membuat kita nyaman serta mampu memberikan dukungan ketika kita sedang dalam masa2 sulit. :)


Okeey, mungkin hanya beberapa contoh pendek inilah yang akan mewakili post dari "lingkungan" , masih banyak yang ingin di tulis sebenarnya, tapi waktu yang tidak cukup banyak yg membatasi tulisan ini. Hehehe. :p

Sekian post kali ini, sampai jumpa di post2 berikutnya...see you guys.. :)

smoga bermanfaat kawandd :)

Saturday, March 12, 2011

"Untungnyaaaa........."

haii readers, :)

Beberapa bulan tak mengurus blog ini , akhirnya sekarang baru sempat nge-post lagi. Sebelumnya saya minta maaf karena mungkin blog ini menggunakan kata-kata yang kurang resmi alias informal. Ini semua bertujuan supaya para readers bisa lebih friendly bacanya. Karena blog yang baik menurut saya bukan cuma terletak dari segi isinya aja tapi juga dari segi2 orang betah ato ga betah nya dalam membaca. :)

Well, post kali ini, pengen berbagi cerita dan inspirasi dari kata "UNTUNG" nih yang biasa kita sebut saat kita lagi "apes" . Hahahahaha.. :D Sebenernya tanpa disadari dalam satu keapesan juga pasti ada satu keuntungan lohh. Hehehehe..

Contoh penerapan kata "untung" yang paling konkret adalah ketika kita merasa sedang down atau lagi kena apes, pasti ada satu pemikiran "untungnya.........................." Hayoo.. bener ga tuhh?? =p Yappp, sepertinya itu disebabkan oleh faktor pemikiran positif yang pada dasarnya dimilikin oleh setiap manusia. Jadi, apapun yang terjadi, senegatif apapun pikiran kita sebagai manusia, pasti akan terlintas pikiran-pikiran positif di dalamnya.

Untung... vs Seandainyaa....

Di satu sisi yang lain, sepertinya memang lebih baik mengucapkan kata "untungnya..." daripada kata "seandainya...." tanpa kita sadari kata untungnya memiliki makna bersyukur akan apa yang terjadi dan dengan kata itu kita bisa kembali mengingat hal-hal positif apa saja yang telah kita dapatkan sebelumnya. Sedangkan kata "seandainya" lebih memiliki makna kurang puas dengan yang terjadi dan seakan tidak menerima apa adanya suatu hal. Tapi ada satu kondisi dimana mungkin kita merasa termotivasi dengan kata seandainya, karena dari kata itu kita menjadi lebih berpikir untuk berbuat yang lebih baik, sehingga kedepannya ga muncul lagi kata seandainya itu. Dalam kehidupan nyata yang sering ditemukan, efek yang lebih sering muncul ketika kita mengucap kata seandainya adalah kita akan membayangkan hal negatif yang telah terjadi pada diri kita sehingga membuat kita merasa kecewa, kesal, frustasi, dll. Sangat jauh berbeda bukan ?? Hehehe..

Hmm...
Akantetapi, bukan berarti juga loh kita ga boleh memakai kata seandainya tersebut, karena kita ga bisa munafik lah yaahh..kadang kalo lagi down yang muncul juga pasti pemikiran negatif duluan. Hehe.. boleh sih pakai kata "seandainya" , tapi kalau bisa lebih baik setelah kita mengucapkan kata seandainya itu, kita mengunakan kembali kata "untungnya..." agar kita mampu mengembangkan pemikiran positif dari perbuatan kita sebelumnya dan sekaligus juga mengikis kemungkinan adanya pikiran yang negatif serta efek2 negatif yang lainnya dari perbuatan sebelumnya. :)

Okey, intinya kata 'Untungnya' itu bakal berguna banget dan berefek positif yang besar kalo kita bener-bener merenungi apa arti dari kata itu dan kita mampu ngejalanin apa yang menurut kita bisa kita jalanin yang lebih baik kedepannya.

Di akhir post ini, penulis cuma mao bilang "UNTUNGnya punya temen-temen semua yang udah setia ngikutin (ngebaca , follow dan bahkan komen) blog ini." Hehehe.. Semua kritik dan sarannya bakal membuat saya belajar untuk lebih bisa membuat blog yang jauh lebih menarik, fun, dan pastinya berguna buat semua yang membacanya. :)


Penulis,
Jakarta , Maret 2011.

Friday, January 14, 2011

Anak Tunggal --> ga selamanya enak kok.. :p

Haloooo readers.. :)
Kembali lagi di post pertama di tahun 2011 ini. Kali ini post nya pengen nge-bahas tentang posisi anak tunggal dalam keluarga nih. Hehehehe.. Jadi mungkin agak lebih pas kalo yang baca post ini juga anak tunggal dlm keluarganya, sekaligus kayak yang nulis post ini. Hahahaha.. *curcol*
Okelah, tanpa basa-basi *loohh itu yg diatas apa* :p , ayoo baca post ini dengan penuh kesadaran. :)

Kata Orang-Orang secara garis besarnya :

--->anak tunggal ituu...... identik dengan kata "manja" ??
Anak - anak tunggal mungkin sering dapet omongan gini : "enak dong jd anak tunggal, bisa dimanjain terus, mao apa dikasih". Sebagai seorang anak tunggal, ya saya mengakui bahwa saya sendiri juga sudah beberapa kali mendengar kata-kata itu keluar dari mulut orang yang berbeda-beda. bahkan saya juga udah capek ngmg "ga selalu begitu kok". Hahahaha.. :D Tapi , apakah yang mereka bilang itu benar dan sesuai dengan kenyataan yang ada ? hmm... saya rasa ga selalu begitu , hehehe.. Tergantung pada anak masing-masing sebenarnya, karena banyak juga kok anak2 yang bukan anak tunggal dimanjakan orang tuanya. Sedangkan anak tunggal mungkin belum tentu semuanya dimanja..

--->anak tunggal ituu.......pasti disayang banget sama papa-mama nya ?
jawabnya : ya iya lah ! :p namanya juga orang tua ke anak, mana mungkin ga sayang? Mereka bikin cape2 dan susah2 , ngerawat dari msh diperut sampe udh keluar , masa iya ga sayangg sama anaknya?? Hahahahaha.. Kalau masalah disayang atau ga disayang, yaaaaaaaaa..semua anak pada dasarnya disayang sama orang tua, dari segi anak nya pun harusnya begitu sama orang tua. Cuma kalau sampe sayang nya sayang banget sih..hmm...kalo dari ortu ke anak nya mending jangan deh, karena nanti anaknya bisa terlalu nyaman sama posisinya, terus dia ga bisa tanggung jawab sama semua kewajibannya sebagai anak. Malahan sama kaya diatas, jd *manja*. hahahaha.. :D Orang tua yang punya anak tunggal itu bakal sayang banget sama anaknya karena anaknya itu "limited - edition" , artinya kalo bukan dia yang disayang, yaaa..siapa lagi dongg?? masa anak tetangga? ;p Ya, mgkn disini keunggulan dari anak tunggal. Rasa sayang orang tua ke anaknya ga bakalan terbagi antara anak satu dan anak lainnya. Hahahaa.. :D

--->anak tunggal itu.....pasti sepii dirumahnya?
Nah ini dia, masalah anak tunggal pada umumnya. Hahahahaha.. :D Ga usah pake mengelak lagi, setiap anak tunggal pasti pernah merasakan hal ini. Cuma yaaa..mungkin malu buat ngakuinnya. :p Tapi ada juga loh, anak tunggal yang mungkin frekuensi kesepiaannya lebih rendah dari yang lainnya. Ya, hal itu mungkin karena adanya papa atau mama yang suka mencairkan suasana dirumah dengan bercanda2 , membuat suasana dirumah jadi bukan kaya anak sama orang tua , tapi temen sama temen. Hehe.. *pengalaman pribadi* Makanya, ga jarang anak tunggal kalau mao pergi-pergi pasti diintrogasinya lebih banyak dari yang bukan tunggal, atau juga kalo pergi selalu dicariin dan pengen cepet2 disuruh pulang, yaa..mungkin itu efek dari orang tua yang merasa sepi ga ada anak "limited-edition"nya dirumah. Hahahahaha.. :D Tapi sebagai anak, ya..harus bangga juga dongg, masih dicariin orang tua, tandanya mereka masih perhatian sama kita (anaknya). Hehehe..


Anyway, anak tunggal sebenernya juga punya tanggungan yang lebih berat dari anak-anak yang punya koko, cici, kakak, adek loh.. Ibaratnya, kalau ada masalah keluarga, ya mereka sendiri yang harus belajar menyelesaikannya tanpa bantuan saudara kandung. Dalam hal bekerja, pendidikan, kehidupan, anak tunggal juga harus mampu membuat kedua orang - tua nya merasa tidak sia-sia punya anak yang limited. Hehe.. Ya, meskipun yang bukan anak tunggal juga harus begitu, tp setidaknya kalau yang punya anak 2 , 3 , 4 dst, kalau yg satu gagal, msh ada yang lainnya, kalau udah limited, terus gagal???? hayooo..mao berharap sama siapa lagi orang tua nya? :p

Kesimpulannya, jadi anak tunggal itu ga selamanya enak, pasti ada enaknya dan pasti ada enggaknya. Apalagi sebagai anak, kedepannya tanggung jawab nya juga semakin besar. :) jadi anak yang bukan anak tunggal pun juga sama, semua ada konsekuensinya. Jadi tinggal gimana kita menjalankan posisi kita masing-masing sesuai dengan apa yang harus kita jalankan. Yang terpenting, jangan mengecewakan orang tua yang udah capek2 mendidik kita sampe sekarang, tapi berusahalah membuat mereka bahagia dan beruntung memiliki anak yang seperti kita. :)