Wednesday, June 15, 2011

:: Tanpa judul ::

"MENGENALnya adalah mungkin jadi sesuatu yang terindah dalam hidup saya"
Yaa.....itulah salah satu kalimat yang cukup ampuh bila diucapkan untuk mengatasi rasa kecewa yang kadang menghampiri kita saat kita merasa kehilangan atau sejenisnya dengan orang yang pernah dekat dgn kita. Untuk kesekian kalinya mungkin kita merasakan hal yang sama, yang terasa sakit dan amat mengecewakan. Kadang kita pun ga ngerti apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita sendiri, kita hanya mengandalkan perasaan dan pemikiran yang bersifat individualis saja dalam menilai sesuatu. Padahal, pada faktanya belum tentu sama dengan apa yg kita pikirkan. Tapi mungkin itulah manusia, bisa dibilang lebih banyak mikir aspek yang negatifnya dulu dari pada aspek yang positifnya. Tak ada manusia yang selalu mampu berpikir positifnya saja tanpa yang negatif. Tanpa disengaja pikiran negatif itulah yang kadang menghambat diri kita sendiri, yang membuat diri kita menjadi down, menjadi lemah dan dalam bahasa sekarang sering diibaratkan sedang "galau" .

Mungkin galau bukanlah keinginan dari kita sebagai manusia biasa, galau bisa hanya sebagai efek dari kesendirian atau bahkan kesepian yang melanda hati kita. Tapi, merasa sendiri atau kesepian pun bukan berarti kita butuh pacar, melainkan kita hanya butuh orang yang mampu dan mau menemani kita, mengerti kita dan yaaa...mungkin juga memperhatikan kita. Bukan hanya sekedar memperhatikan dari segi "luar" tapi mungkin juga mampu dari segi "dalam" , bukan hanya sekedar mengkritik tapi juga memberi solusi dan membantu menjalankan solusinya, bukan hanya mendengar keluh kesah kita, tapi juga ikut berbagi apa yang ia dirasakan. Yaa.. mungkin artinya ada komunikasi dua arah antara kita dengan yang lain. Akan tetapi, tidaklah mudah mencari orang atau mendapat orang yang seperti itu dengan kita, rela membagi waktu dan cerita dengan kita, karena untuk itu harus ada rasa saling "percaya" meskipun hubungannya bukan pacar , yakni agar kita mampu berbagi lebih rileks dan santai tanpa rasa takut "dibocorin" semua yg kita ungkapkan.

"mengerti saja tidak cukup kalo kita tak pernah dimengerti"
Benar sekali , beberapa dari kita mungkin malah selalu inginnya dimengerti tanpa mau mengerti orang lain, alias "egois". Sekali-sekali yang biasanya mengerti orang terus pasti pengen lah merasakan yg namanya dimengerti orang. Dan bisa lah yang biasa pengennya dimengerti terus, cobalah mengerti orang lain, posisikan diri kita di posisi mereka. Bisa juga kadang kita merasa galau karena kita berpikir "ahh, ga ada yang ngertiin gue" , nahh.. pikiran kayak gitu pun bisa bikin kita galau sesaat mungkin, padahal belum tentu kan kenyataannya sperti itu.
Yaaaaahh, begitulah , kadang rasa galau ga bisa tergantung dari diri kita sendiri yang berusaha mau menghilangkannya tanpa orang lain, kadang mungkin orang lain yang lebih bisa dan lebih cepat menghilangkan rasa galau yang menghampiri kita.

"gue butuh lu, tapi sayang lu ga pernah butuh gue"
Ikhlasin ajaaaaa...... mungkin itu tanggapan paling pas kalo lagi berkutik sama kata2 diatas ini. Hahahaha.. :D Pasti berat dan agak susah sih yehh. tapi mao gimana lagi, masa kita harus memaksakan kehendak kita sendiri??? sampe kapan mao jadi orang yg egois?? Ada baiknya kalo sayang orang ga usah pamrih, rasa sayang ga perlu di bales rasa sayang lagi sih kalo emang ga bisa , apalagi kalo emang kenyataannya orang tersebut udah pilih orang lain. hahahaha :D ga perlu lah kita memaksakan kehendak orang lain, pilihan orang lain, karena mgkn hasilnya juga ga bisa sebaik yang ada di angan2 dan impian kita. Makanya, coba deh blajar lebih ikhlas atau lebih sabar lagi dalam hal sayang menyayangi . Hahhaaha.. :D Kita pun sepertinya ga perlu menyayangi orang secara berlebihan, kalau kita ga dapet target utama, tohh .. masih bisa pakai target2 berikutnya yang belum tntu lebih baik memang, tapi setidaknya yang sayangnya juga tak bertepuk sebelah tangan gitu. Sayang itu juga ga perlu pake sample , karena kebanyakan sayang itu abstrak, ga bisa dilihat, tapi pasti bisa dirasakan. *makin gombal* Hahahaha :D

"semuanya kembali pada situasi dan kondisi dari luar dan dalam diri kita sendiri"
Yaaaakkk ! Pada akhirnya, mau bgaimana pun apa yang kita rasakan 70% mungkin tergantung pada sikon dari luar dan dalam diri kita. Bisa aja kita merasa smile outside but cry inside atau merasa sepi di tengah keramaian. Kalau kita sedang berada di dalam situasi yang membuat kita nyaman, pasti ga ada kata galau yang terlintas dihati kita. Tapi sebaliknya, kalau situasinya aja udah membuat kita down, bikin kita resah dan gelisah, otomatis kemungkinan 70% kita bakal kebawa situasi itu, kecuali kalo emang pada dasarnya kita lagi abis senenggggg banget bawaannya, yaa,,mgkn masih ga ada pengaruh, atau bahkan kita bisa memotivasi orang2 yg sikon nya masih di bawah kita. :)

No comments:

Post a Comment